Selasa, 12 Juni 2018

Dalam dunia yang senantiasa bergerak sedemikian cepat, terkadang...



Dalam dunia yang senantiasa bergerak sedemikian cepat, terkadang kita lupa kalau hidup itu bukan balapan. Entah dilalui dengan berjalan, berlari, melompat, atau pun menyeret kaki, semua ini adalah tentang mencapai tujuan. Mudah bagi kita merasa iri pada orang-orang yang mampu berlari kencang atau berjalan begitu melenggang, tapi lupa kalau masing-masing dari kita punya tujuan, halangan, ritme, dan batas kecepatan masing-masing.

Mari terus belajar untuk mencintai diri sendiri dan menghargai apa yang kita punya.

12/06/18

NB. Aslinya mau dikasih judul “Running (from reality)” tapi kok hasilnya gini ya haha



via Tumblr https://ift.tt/2MkgXTo

Jumat, 18 Mei 2018

Seni Man

Dari dulu saya selalu iri pada seniman ataupun orang-orang yang hidup beriringan dengan seni. Yang bagi mereka, seni adalah bagian besar yang integral dari hidup. Dari tangan-tangan dan pikiran mereka, terciptalah karya. Goresan pensil dan pena, untaian kata, alunan nada dan irama; serbuk-serbuk kayu, potongan-potongan kertas, kain, ataupun benang. Pada akhirnya, mata saya hanya bisa menatap, telinga saya mendengar, dan pikiran saya mencoba mengapresiasi setulus-tulusnya; yang kadang-kadang mewujud menjadi kata dan lolos dari mulut. Menjadi komentar yang mungkin cuma selewat dan hilang di udara.

Ada banyak orang-orang yang saya kagumi karya-karyanya. Sebagian besar hanya mampu saya nikmati karya-karyanya dengan bantuan teknologi bernama internet secara bebas. Sebagian tidak tinggal di negara yang sama dengan saya. Namun seiring waktu berjalan, saya terus memeriksa sesekali, seperti menengok teman lama yang baik. Kadang-kadang saya merasa senang jika ternyata mereka masih aktif berkarya–bermusik, menggambar, atau menulis–tapi beberapa kali pula saya mendapati diri kecewa karena orang-orang yang saya kagumi memutuskan untuk berhenti dan tidak bisa saya temui lagi jejaknya di dunia maya. Membuat saya harus berusaha sedikit lebih keras jika ingin mendengar tentang kabar mereka saat ini. Haruskah saya terbang dan mencari? Ataukah saya terima saja dan berharap pada sepersekian kecil kemungkinan suatu hari kami bisa bertemu? 

Haruskah saya melangkah lebih jauh dengan menyisihkan sedikit uang dan memburu karya-karya mereka? Pilihan ini belum memungkinkan bagi saya saat ini karena saya belum punya penghasilan sendiri. Selain itu, saya selalu bertanya-tanya, jika saya dapat bertemu mereka suatu hari nanti, apa yang harus saya katakan? “Maaf, kita tidak pernah bertemu, tapi saya ngefans.” Begitukah?

Tapi saya benar-benar berharap dapat bertemu dengan beberapa diantara mereka suatu hari nanti. Sejumlah orang yang menurut saya masih mungkin teraih. Mereka orang-orang biasa, bahkan ada yang seumuran dengan saya, namun karya-karyanya saya apresiasi setulus-tulusnya. Keberanian mereka untuk mengarungi hidup dengan seni adalah sesuatu yang selalu saya impikan. Kepekaan mereka pada estetika dan kehidupan kadang adalah sesuatu yang saya irikan. Terkadang muncul keinginan untuk melakukan hal yang sama, namun untuk saat ini, cukup bagi saya untuk sekedar jadi penikmat dan pengapresiasi.

Mungkin untuk waktu yang lama, atau malah selamanya, saya akan merasa berterima kasih pada orang-orang yang karya-karyanya telah menginsipirasi saya. Yang mengajak saya untuk berpikir dan berimajinasi. Yang membuat saya tertawa dan terkesima. Yang membuat saya bersemangat menceritakannya pada orang lain. Yang membuat saya terinspirasi.

Terima kasih! Kalian keren.

18/5/18



via Tumblr https://ift.tt/2Ixqkko